Wireframing adalah proses ideation dalam pembuatan product design dan development. Baik dalam pembangunan website atau mobile aplikasi, proses memperjelas dan menyatukan team dalam track komunikasi yang sama antara product manager, designer, dan programer/engenir. Dan dapat di ubah dengan cepat untuk mempermuda kolaborasi yang bersifat iteratif.

Proses ini dapat di lakukan dengan cara corat coret di kertas atau menggunakan alat/tools tapi buat saya lebih mudah menggunakan kertas namun memiliki banyak limitasi/keterbatasan dalam porses komunikasi jarak jauh saat team bekerja remote.

Siapa saja yang dapat menggunakan proses wireframe?

Hampir yang terlibat dalam pengembangan produk baik team bisnis analisa, arsitektur informasi, interaksi desain,
UX desainer, desainer grafis, programer, dan manajer produk.

Lalu kenapa menggunakan wireframe?

wireframe adalah blueprint untuk design, untuk menentukan konten, struktur, hirarki informasi, fungsi, prilaku dalam pengembangan website dan aplikasi. Dan bukan alat untuk merepresentasikan visual desain atau grafik element, atau bertujuan utuk menyatakan branding.

Intraksi & UX desain menggunakan wireframe untuk menunjukkan alur user/penggunan piranti platform antara tampilan dan halaman, kombinasi antara flowchart dan storyboard dan wireframe di gunakan untuk mempersentasikan.

Wireframing dalam penggunaan profesi :

  • Grafis desain.

Menggunakan wireframes untuk mendorong user interface (UI) proses pengembangan. Hal ini dapat menginspirasi desainer, sehingga proses kreatif lebih muda. penggunaan akhir lebih kepada pembuatan Maket grafis, prototipe Interaktif, dan final Desain.

  • Developers.

Penggunaan wireframes untuk mendapatkan pemahaman yang lebih nyata dari fungsi situs. Ini memberikan pengembang gambaran yang jelas tentang unsur-unsur yang akan mereka butuhkan untuk kode, Untuk pengembangan back-end. Ada juga yang mampu mengerjakan motion dalam website sering di sebut Front end developer.

  • UX desainer atau Informasi arsitektur.

Menggunakan wireframe lebih low-fidelity karna faktor produksi berfokus pada struktur produk. dan penggunaan paling intens dari semua profesi menurut saya. mengerti prilaku user lebih dalam dan pemahaman pasar secara tangible dan intangible.

  • Bisnis Analis

Penggunaan wireframes untuk mensupport aturan visual  bisnis dan persyaratan interaksi untuk layar. Bergantung pada bisnis, industri atau peran spesifik analisis, mereka akan peduli lebih banyak tentang satu atau dua dari hal berikut – struktur, isi, informasi hirarki, fungsi dan perilaku.

  • Manajer Produk, Manajer Proyek dan eksekutif

Mengulas wireframes untuk memastikan bahwa persyaratan dan tujuan terpenuhi melalui desain. Hal ini cocok dengan produk strategi mereka secara keseluruhan dan lingkup dari spesifik proyek atau menetapkan projects.

  • Mitra dan Klien

juga meninjau wireframes untuk memastikan bahwa persyaratan dan tujuan terpenuhi melalui desain. Memberikan micro manager di awal seperti close-up view dari desain situs.

Limited Distractions-  Anda benar-benar bisa fokus pada struktur produk, konten, Informasi hirarki, fungsi dan perilaku – bukan desain visual – oleh karna itu memiliki sedikit jika ada pilihan untuk font, warna, atau styling pada umumnya.

adapun dalam penerapan nya sendiri dapat di lakukan dengan 2 metode dan masi banyak yang pro dan con, apakah lebih baik menggunakan kertas atau digital.

Anda dapat melihat proses dan cara di internet sangat banyak dan sebenarnya ini adalah proses komunikasi dan bukan disiplin ilmu yang sulit untuk di pelajari, mari kita cek video dari Devtips salah satu channel yang menjelaskan secara komprehensif proses wireframing.

Comments

comments